Big Ad

header catatan kang hamdan

5 Nilai Pendidikan Demokrasi Pada Pelaksanaan Mubes OSIS dan MPK

1 komentar

pendidikan demokrasi di sekolah

Pendidikan demokrasi pada hakikatnya adalah sosialisasi nilai-nilai demokrasi agar dapat diterima dan dijalankan oleh warga negara.Pendidikan demokrasi adalah upaya sistematis yang dilakukan oleh negara dan masyarakat untuk memfasilitasi individu warga negara agar memahami, menghayati, mengamalkan, dan mengembangkan konsep, prinsip, dan nilai demokrasi sesuai dengan status dan perannya di msayarakat

Pendidikan demokrasi juga harus mulai ditanamkan sejak dini yaitu sejak masih duduk di bangku sekolah. Dan salah satu media atau sarana yang dapat dijadikan untuk proses pendidikan demokrasi di sekolah adalah Pelaksaanaan Musyawarah Besar (Mubes) pada organisasi OSIS dan MPK.

Sebagai salah satu lembaga pedidikan yang memiliki komitmen untuk mengajarkan pendidikan demokrasi sejak dini pada anak sekolah, Madrasah Aliyah (MA) Raudlotul Ulum Kadudampit Kab. Sukabumi, secara berkala selalu mengadakan kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK.

Dikutip dari tulisannya Yonal Regen, Musyawarah besar bisanya dilaksanakan pada akhir tahun kepengurusan, di mana di akhir tahun kepengurusan sebuah organisasi biasanya memang banyak yang harus dirembukkan bersama mulai dari AD/ART, laporan pertanggung jawaban (LPJ) pengurus, program kerja, sampai memusyawarahkan regenerasi kepengurusan selanjutnya.

Pada proses Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK, diharapkan bukan hanya fokus pada kegiatannya saja, tetapi lebih dari itu, yaitu anak-anak diharapkan mampu mengambil pelajaran yakni nilai-nilai yang terdapat pada proses Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK tersebut.

Berikut 5 (lima) nilai yang terdapat pada Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK sebagai pendidikan demokrasi di Sekolah.

1. Musyawarah Mufakat

Nilai pertama adalah tentang musyawarah. Musyawarah merupakan praktek dari pengamalan dari sila keempat Pancasila, Yaitu Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.

Bahwa pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK tersebut adalah sebuah pelajaran berharga bagi siswa-siswa yang terlibat di dalamnya. Dari Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK itu anak-anak diajarkan bahwa dalam setiap kali mengambil keputusan harus dilaksanakan melalui proses musyawarah mufakat, tidak mengedepankan keinginan atau kemauan sendiri.

2. Memilih Pemimpin/Ketua OSIS

Salah satu hal yang menjadi ciri dari demokrasi adalah adanya Pemilihan Umum(Pemilu) . Kalau ditingkat pemerintahan ada istilah pemilihan umum, maka di tingkat sekolah ada yang disebut dengan pemilihan ketua OSIS.

Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK tersebut salah satu agendanya meregenerasi kepengurusan selanjutnya yaitu memilih Ketua OSIS baru. Memilih ketua OSIS menjadi bagian terpenting dalam pendidikan demokrasi di tingkat sekolah. Anak-anak akan diajarkan bagaimana memilih pemimpin dalam hal ini Ketua OSIS secara demokratis

3. Menghargai Pendapat Orang Lain

Nilai selanjutnya yang terdapat pada kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK adalah belajar menghargai pendapat orang lain. Ya … di Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK ini pasti akan terjadi proses menyampaikan pendapat dari seluruh peserta, bahkan mungkin saja akan terjadi perdebatan dalam mempertahankan pendapatnya.

Disinilah anak-anak akan belajar bagaimana menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan pendapat pribadi kepada peserta yang lain. Belajar menolak terhadap pendapat orang lain dengan cara yang baik dan sopan serta tidak menyinggung perasaannya.

4. Mengakui Kemenangan Kompetitor

Agenda akhir dari pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK adalah pemilihan Ketua OSIS. Sudah pasti dalam pemilihan ini akan terjadi kompetisi dari seluruh calon Ketua OSIS, mulai dari kampanye sampai pada saat pelaksanaan pemilihannya.

Sebuah hal biasa ketika ada kompetisi pemilihan ketua OSIS, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Maka Calon yang tidak terpilih harus belajar mengakui kemenangan lawannya, sementara yang menang harus belajar dengan tidak merendahkan calon yang kalah.

5. Mengedepankan Kepentingan Bersama

Dan pelajaran terakhir yang bisa diambil dari proses Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK ini adalah mengedepankan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi atau kelompok. Keputusan yang diambil dari hasil musyawarah harus diterima oleh semuanya, meski kita tidak setuju dengan hasilnya. Bagi yang kalah dalam proses pemilihan Ketua OSIS harus mau mengakui kemenangan lawannya, dan yang menang harus mau merangkul dan mengajak yang kalah untuk sama-sama memajukan sekolah demi kepentingan bersama.

Itulah nilai-nilai pelajaran demokrasi yang bisa kita ambil dari kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) OSIS dan MPK, sebagai pembelajaran demokrasi sejak dini di tingkat sekolah. 

Baca Juga : Dorothy Law Nolte dan Karyanya

Pa Hamdan
Saya dilahirkan dari pasangan M. Atang Suminta dan Oneng Suryani... Beristrikan Endang Zoraidah ....Insya Allah diberkahi
Terbaru Lebih lama

Related Posts

1 komentar

  1. Semoga mubes di madrasah kita menjadi ikhtiar terbaik untuk mendapatkan, salah satunya kepengurusan OSIS baru terbaik sesuai kemufakatan bersama

    BalasHapus

Posting Komentar